Tahun1950-an Kebayoran Baru adl kota satelit Jakarta yg baru bertumbuh.Di daerah itu ada sekelompok anggota jemaat Gereformeerd Kerk Kwitang (skr GKI Kwitang). GKI Kwitang secara resmi membentuk Pos Kebaktian pada tahun 1956 dengan lokasi peribadatan yang berpindah-pindah di rumah jemaat, kemudian di Sekolah PSKD Jl. Bulungan. Akhirnya pada tanggal 25 Februari 1962, GKI Kebayoran Baru diresmikan sebagai jemaat dewasa yang berdiri sendiri, dengan memakai gedung PSKD di Jl. Panglima Polim Jakarta Selatan hingga saat ini. Dalam perkembangan pelayanan *GKI Kebayoran Baru yang tidak ikut KB* ini, telah melahirkan beberapa Jemaat di antaranya, GKI Bintaro, GKI Pondok Indah, GKI Serpong, GKI Pamulang, GKI Ampera, GKI Ciledug Raya. Ada ungkapan bhw anak hrs lebih berhasil ketimbang orgtuanya. Hal ini nyata dlm keberadaan GKI Kebayoran Baru. Dng jumlah anggota yg lebih dari 10.000 org dia sdh lebih besar dr induknya dulu. (mungkin ini Jemaat terbesar di GKI, mudah2an TJBK-TJBSW-TJBS nya juga dmk) Saat ini GKI Kebayoran Baru dilayani oleh tujuh orang pendeta dan 90-an penatua (kalau semua hadir dlm PMJ mirip2 demo gitu). Keunikan Jemaat ini adalah anggota jemaatnya yang berlatarbelakang aneka suku tersebar di seluruh Jabodetabek. Jemaat yang tinggal di daerah Kebayoran Baru tergolong sedikit. Hal ini tentu dipengaruhi oleh perkembangan perkotaan di sekitar Jakarta Selatan, yang memaksa keluarga-keluarga baru untuk berdomisili di luar daerah Kebayoran Baru. Kalau soal makanan aneka restoran atau tempat makan dapat dengan mudah Anda temui di Kebayoran Baru seperti restoran Italia, Jepang, Korea, Barat, sampai fine dinning. Yang paling enak ya jangan tanya saya, tanya pada Pdt.Daniel Bani Winni Emma ( biasa dipanggil Bani, bukan Winni, bukan Emma) yg akan menemani kita dlm SG-GKI, Sabtu 21 Nov 2020. ( _*RN*_)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *