Ini kali ketiga kita bertemu dng GKI Waha (Wahid Hasyim tanpa KH). Melalui Jemaat GKI Jl,KHA.Wahid Hasyim 180-182 Jakarta, tumbuh dan berkembang GKI diberbagai tempat yang menjadi anak dan cucu antara lain GKI Nurdin, GKI Kepa Duri, GKI Delima, GKI Kavling Polri, GKI Pakuwon, GKI Bojong Indah, GKI Martadinata. (mana anak mana cucu yo…, kalau jawaban sahabat tepat maka akan dpt hadiah dari Pdt.Teddy). Dalam kehidupan persekutuan Jemaatnya ada dalam iklim kekekuargaan, keakraban dan kehangatan. Sumber pengikat dan perekatnya dapat dilihat di database Jemaat GKI Wahid Hasyim di kode relasi, bahwa keberadaan anggota Jemaat ada keterkaitan satu dengan yang lainnya dalam ikatan keluarga. ( Good news kalau semua panjang sabar, penuh kasih, murah hati. Bad news kalau ada yg hobby ngambek, satu ngambek bisa-bisa seperempat gereja …) Selesai kebaktian Anda bisa nangsel di ruang serbaguna wadah anggota jemaat berjualan makanan. Lalu keluar gereja jalan sedikit Anda akan tiba di “Sogo Jongkok”, begitu pernah dipakai sebutan buat Pasar Tanah Abang. Anda bisa membeli berbagai produk dng harga grosir. Kalau mau dicoba, ketika nawar sebutkanlah bhw Anda adalah teman Pdt.Teddy Suryanto atau Pdt.Imanuel Adam, mungkin penjualnya akan tersenyum dan mengatakan “sopo kuwi?”. Yg akan menemani kita dalam SG-GKI hari Rabu, 18 Nov 2020 adl Pdt.Teddy Suryanto dari GKI Waha yg tercatat jumlah anggotanya sekitar 1500-an, tapi rata-rata kehadiran anggota dan simpatisan dlm Kebaktian Minggu….( ngga enak ah nyebutinnya, pokoknya tipikal GKI lah, makanya berharap tema renungan hari ini menjadi kenyataan). (_*RN*_ )

Tautannya ini ya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *