Perjalanan entitas yg skr kita kenal dng nama GKI Muntilan cukup panjang. Mulai dari bbrp keluarga keturunan Tionghoa yg beribadah di GKJ Jamblangan, Srumbung, pada thn 1933. Dari tahun ke tahun, bbrp kali pindah tempat kebaktian, dan kebaktian dilakukan menggunakan bhs Jawa. Baru pd thn 1938 ada penginjilan dan kebaktian dlm bhs Melayu, yaitu yg diselenggarakan oleh Hoa Kiauw Kie Tok Kauw Hwee Magelang.
Hal menarik buat saya adl catatan bhw pendeta Tan King Hien yg ditahbiskan di HKKTKH Magelang pada tanggal 15 Oktober 1942, melakukan pelayanan penginjilan di Muntilan dan Blabak menggunakan sepeda dengan ban mati dari Magelang ke Muntilan, pulang pergi. ( _boleh dicoba utk Bina Kader Pdt GKI_ ). Sempat ada wacana Muntilan menjadi cabang Jemaat Blabak yg menjadi dewasa tgl 15 Agustus 1947, tapi keburu terjadi Agresi Belanda I, jadi Muntilan tetap sbg cabang Magelang. Thn 1949 beralih-asuhan ke THKTKH Yogya. Thn 1957 kembali diasuh oleh GKI Magelang (sejak 1956 THKTKH-Thay Hwee Djawa Tengah  menjadi  (Sinode) Geredja-geredja Kristen Indonesia Djawa Tengah, jadi sdh pakai nama GKI). Yang menarik jemaat Muntilan sudah lebih dulu punya gedung gereja (31 Des 1961), sdh punya sekolah Kristen pada tanggal 7 Januari 1967 dengan nama Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Kristen Bentara Wacana (skr sdh smp jenjang SMA ), tapi baru didewasakan sebagai Jemaat GKI Muntilan pada tgl 31 Agustus 1971. GKI Muntilan punya julukan GKI _Moon Island_ , yg dipopulerkan oleh Pdt.Adi Christianto Suwandi (Alm). Hari Selasa, 17 Nov 2020 kita akan ditemani oleh pendeta GKI Muntilan yg jumlah anggotanya sekitar 500-an, yaitu Pdt.Kristiani. Karena relatif tidak terlalu jauh dng Magelang maka kulineran Muntilan ya mirip-mirip dng Magelang: buntil daun talas, nasi lesah, sego megono dkk. Yg sepertinya khas Muntilan adl *jemunak* , makanan khas Muntilan saat Ramadan, lalu tape ketan muntilan. Eh satu lagi, kalau anda jalan darat dr Muntilan ke Yogya ( _entah naik sepeda ban mati, jalan kaki, atau kendaraan lain_ ) yauw puyauw anda hrs Salam Tempel, melewati Salam lalu Tempel. ( _*RN*_)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *