Saya jadi repot ketika rekan-rekan pendeta yg melayankan SG-GKI berasal dari satu Jemaat dan dijadwalkan agak berdekatan. Repot krn mesti ngomong apa lagi ttg jemaat asal sang pendeta. Spt hari Sabtu tgl 14 Nov 2020, yg akan menemani kita dalam SG-GKI adl Pdt.Samuel Lie salah seorg penyintas Covid 19, yg melayani di GKI Layur. Ngomong2 BTW, siapa yang tahu arti kalimat “melayur ikan layur di GKI Layur”?

Itu artinya Pdt.Samuel Lie, Pdt.Christia Kalf dan para penatua sedang barbekiu di halaman gereja. Kata “melayur” menurut KBBI salah satu artinya adalah memanggang. “Layur” adl nama ikan laut yang bentuk tubuhnya pipih dan panjang. Jadi kalau sampai mereka barbekiu dan yg dipanggang adl ikan layur, tandanya kas jemaat sedang defisit, so lupakan sirloin, tenderloin apalagi wagyu grade A5. Tapi puji Tuhan, sama spt pd umumnya di jemaat2 GKI lainnya, Tuhan tetap mencukupkan kehidupan GKI Layur ( _tapi bukan buat dipakai berbekiu-an ya_ ). Tuhan mencukupkan agar GKI Layur dan semua Jemaat GKI lainnya, bahkan semua gereja di negeri ini dpt terus menjadi saluran berkat. GKI Layur melakukannya antara lain lewat Gerakan Kasih Bersama (surgical gown kpd bbrp RS di daerah, paket sembako).

Tautannya ada di sini :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *