Ada pepatah “buah jatuh tdk jauh dr pohonnya”. Pepatah ini mengatakan ttg kemiripan anak dng org tua dlm berbagai. Mari kita lihat apakah pepatah itu berlaku utk GKI Gondomono.
GKI Gondomono bermula dari diadakannya kebaktian pada tanggal 5 Desember 1981 di garasi mobil di rumah Bapak Tjandra Suyanto, Jl. Beton Mas Utara B-15, Semarang Barat, yg ternyata bertahan selama 3 tahun. Berikutnya Bapak Pnt. Samsoe Hidayat mempersembahkan sebidang tanah seluas l.k. 1000 m2, Jl. Gondomono 9-11, daerah yang lokasinya berdekatan dengan real estat Tanah Mas, Semarang bagian Barat. Di tanah ini kemudian dibangun gedung gereja yang diresmikan pada tanggal 6 Desember 1984 (info dari situs gkiswjateng.org.). Bajem Gondomono yg induknya adl GKI Stadion Semarang, disetujui oleh Persidangan Majelis Klasis GKI Jateng Klasis Semarang pada tanggal 20-21 Juli 1992 utk didewasakan dan terlaksana pada tanggal 1 Desember 1992. Nah kita balik ke pepatah “buah jatuh tdk jauh dr pohonnya”. GKI Stadion setahu saya adl satu-satunya jemaat di lingkungan GKI SW Jateng yg msh punya kebaktian berbahasa Mandarin, dialek Hokian (sy minta maaf kalau keliru). Singkat cerita, GKI Stadion dlm sejarahnya memang berawal dari komunitas Kristen berbahasa Hokian. Jadi ketionghoaannya cukup kental ( _jangan kaget kalau anda kotbah dekat2 sinchia waktu salaman ada yg menyisipkan angpao_ ngarep.com). Bgmn dng GKI Gondomono? Gondomono yg anggotanya skr sekitar 207 org, lebih dr 60 % para anggota itu berlatar blk etnis dan budaya Jawa, sampai2 pendetanya mengatakan sambil guyon, ini Jemaat GKI rasa GKJ ( _menurut saya itu kekayaan GKI, ada GKI bernuansa HKBP, rasa GKJ dsb_ ). Pendetanya itu yg akan menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat, 13 Nov 2020, yaitu Pdt.Supadmo ( _kalau di Hokian kan jadi Soe Pat Mo_ ). Nah anda tentukan sendiri pepatah “buah jatuh tdk jauh dr pohonnya” berlakukah dlm relasi GKI Gondomono dng GKI Stadion, atau hrs disesuaikan menjadi “buah jatuh jauh banget dr pohonnya”. Kulinerannya ya khas Semarang toh, mosok khas Bandung. Ada mangut kepala manyung, tahu gimbal, nasi goreng babat gongso dkk.
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *