Di Jl.Ampera Raya Cilandak, Jaksel ada Institut Ilmu Pemerintahan yg skr menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( _lebih cocok sih, sebab tidak mungkin jadi Camat di Amerika Serikat_ ). Di dalam komplek inilah hadir GKI Ampera. Koq bisa? Awalnya sekitar thn 1987-1988 ada anggota2 Jemaat GKI Kebayoran Baru yg tinggal di Kawasan IIP merindukan adanya pers wilayah. Dng penyertaan Tuhan benih bertumbuh, khususnya setelah pimpinan IIP mengijinkan penggunaan kapel kampus IIP sbg tempat kebaktian sejak 5 Nov 1989. Tgl 6 November 1994 statusnya meningkat menjadi Bajem, lalu didewasakan pada tanggal 4 November 2000 dengan nama GKI Ampera ( _happy belated birthday GKI Ampera_ ). Saat didewasakan tercatat yg memberi diri menjadi anggota jemaat adl sebanyak 75 orang. Jumlah anggota jemaat sekarang berkisar 250 orang dengan jumlah simpatisan antara 100 s/d 150 orang yg didominasi oleh para Praja IPDN yang datang silih berganti. Mereka datang dari seluruh Indonesia, dan menjadi yang terbaik saat masuk di dalam kampus IPDN Cilandak. Mrk adl anak-anak Tuhan yang menjadi calon pemimpin bangsa, sebuah tgjwb istimewa yg dipercayakan Tuhan pd GKI Ampera utk turut mempersiapkan mrk menjadi pemimpin yg takut akan Tuhan. Salah satu pergumulan Jemaat adl upaya membangun sarana tempat ibadah di atas tanah yang sudah bertahun-tahun dimiliki di daerah Jagakarsa. Yang akan menemani kita dalam SG-GKI hari Selasa, 10 Nov 2020 adalah pdt GKI Ampera yg bernama Berghouser Benget Tambunan, yg krn sadar sejarah GKI asalnya dari Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee, beliau kadang suka mengaku namanya adl B.B. Tan Bun An. Selesai kebaktian kalau anda bawa screenshoot SG-GKI 10 Nov, anda akan ditraktir Pdt.B.B.Tan Bun An menikmati soto betawi, gultik (gulai tikungan), sate taichan dll.
Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *