Sejak jaman baheula Cepu identik dengan minyak. Itu sdh dimulai sejak jaman Belanda, dan dikenal dengan blok Cepu hingga sekarang. Cikal bakal GKI Cepu juga sdh dimulai sebelum Republik ini merdeka. Bermula pada tahun 1943, di rumah Ny. Frans (Siek Bian Nio) diadakan persekutuan doa yang dihadiri oleh Bpk. Haulussi, Bpk. Oei Poo yam, Bpk. Ram Talimbekas, Bpk. W.G. Tambingon dan Ny. Frans sendiri. Dari nama2 para perintis ini sdh kelihatan keragaman etnis yg terus mewarnai GKI Cepu. Awalnya diasuh oleh THKTKH Blora, khususnya Pdt. Liem Thiam Ik, persekutuan ini terus berkembang dan didewasakan tanggal 11 Juni 1972. Dahulu anggota jemaat GKI Cepu kebanyakan adalah pegawai dari Pusdiklat Migas namun kini makin beragam. Gedung gereja yg smp skr digunakan diresmikan tanggal 8 September 1987.
Makanan yg “katanya” (saya sendiri belum nyicipi) patut dicicipi di kota perbatasan Jateng-Jatim ini sekalipun di tempat lain juga ada a.l.: nasi asem-asem xxx, nasi pecel xxx, mie ayam xxx (pakai xxx krn semuanya nama dan saya tdk boleh mengiklankan produk) dkk. Yang doya ngopi katanya boleh nyoba kopi klotok sambil menikmati utri manis.
Kalau berminat ya bisa kontak dulu Pdt. Lie Thien Siang yg akan menemani kita dalam SG-GKI hari Selasa, 3 Nov 2020. Sebagai bukti anda pernah ke Cepu anda juga bisa beli minyak tanah seliter dan nanti botolnya ditandatangani Pdt.Lie.
Ini tautannya:
https://youtu.be/vyCqATf94P0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *