Sehubungan dng soal kelahiran anak dalam sebuah keluarga, kita kenal ungkapan ada anak yg terlahir krn memang direncanakan, tp ada juga yg kehadirannya diluar rencana (istilah positifnya “bonus”, negatifnya……) Nah GKI Layur berawal dari adanya bbrp keluarga anggota GKI yg sekitar pertengahan tahun 1960-an sama-sama bermukim di daerah Rawamangun, daerah di Jakarta Timur yg saat itu baru berkembang.
Atas inisiatif merekalah di awal thn 1969 dibentuk sebuah Pos Pekabaran Injil, jadi bukan karena memang direncanakan oleh suatu MJ tertentu.
Menurut Pdt.Christia Kalf, Pos PI ini “dititipkan” pada Jemaat Bekasi Timur krn letak geografis Rawamangun ini lebih dekat dengan Bekasi
Timur. Entah resmi diangkat anak, atawa cuma anak “titipan”, yg pasti Pos PI Rawamangun terus diasuh oleh GKI Bekasi Timur sampai didewasakan pada 2 April 1972 dan menjadi Jemaat ke 35 di Sinode GKI Jabar pada waktu itu. Kalau dlm kitab Kejadian ada silsilah (Adam memperanakkan Set, Set memperanakkan Enos dst), maka GKI Jabar mencatat: GKI Bekasi Timur memperanakkan GKI Layur; GKI Layur memperanakkan GKI Buaran dan GKI Agus Salim. Yang masih “dalam kandungan” adl Bajem Grand Wisata. Tercatat jumlah anggota saat ini sekitar 1400-an (sidi dan baptis). Kalau mau kuliner paling gampang ya nyeberang ke Kelapa Gading lah (tapi yang nraktir ya tetap Layur lah).

Ini tautan utk SG-GKI hari Rabu 28 Oktober yg akan dilayani oleh Pdt.Christia Kalf dari GKI Layur:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *