Sampai sekarang kalau mendengar nama Gresik yang segera terlintas dalam ingatan saya adalah semen. Karena itu yang  diajarkan jaman dahulu kala ketika saya masih SD-SMP, bahwa kota Gresik identik dengan semen. Kalau pabrik semen Gresik didirikan tahun 1957, maka cikal bakal GKI Gresik hadir 10 tahun kemudian, yaitu tahun 1967, dalam wujud cabang dari Gereja Gereformeerd Surabaya (GGS) – sekarang adalah GKI Pregolan Bunder Surabaya. Saat itu diawali dengan persekutuan 9 orang anggota sidi. 10 tahun kemudian, persisnya 21 Agustus 1977, didewasakan menjadi GKI Gresik. Kalau untuk GKI Pondok Tjandra Indah Tuhan memakai keluarga bpk Eka Tjipta Widjaja untuk mewujudkan sarana tempat ibadah, maka untuk GKI Gresik Tuhan memakai bpk William Soeryadjaya untuk mendapatkan lahan komplek gedung GKI Gresik.

Pdt.Gidyon yang akan melayani kita dalam SG-GKI hari Senin 26 Oktober, adalah pendeta yang melayani GKI Gresik yang sekarang jumlah anggotanya sekitar 1.095 orang (anggota sidi dan baptis). GKI Gresik merupakan gereja urban dan latar belakang anggota gereja dari berbagai gereja dan kebanyakan dari luar jawa. GKI Gresik dipercaya Tuhan untuk mengelola pelayanan di bidang pendidikan (KB-TK). Kalau anda berkunjung ke Gresik maka usai kebaktian anda bisa mencicipi makanan khas Gresik: sego roomo, nasi krawu gresik, martabak usus dkk. Kalau kurang makanan itu kurang berat tentu ada yang lebih berat, yaitu semen gresik (tapi tidak dianjurkan untuk dimakan).

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *