Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan tersebut diucapkan, entah oleh seorang orang tua, guru, atau siapa saja ketika seorang anak laki-laki menangis. Pernyataan tersebut umum kita dengar bahkan mungkin juga menjadi bagian dari budaya kita. Tetapi ungkapan tersebut selain merupakan sebuah bentuk *toxic masculinity* (faham tentang kelaki-lakian yang merusak) juga merupakan sebuah ungkapan yang tidak kristiani. Karena Tuhan Yesus tidak pernah melarang seorang laki-laki menangis, bahkan Ia sendiri pernah menangis! Lalu apakah makna tangisan Yesus? Mari kita renungkan bersama dalam Persekutuan Doa Pagi GKI Gading Indah pada hari Selasa, 27 Oktober 2020, pk. 06.30 lewat tautan video berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *