Hari ini, Bulan Keluarga GKI Gading Indah berakhir. Dalam Kebaktian Minggu Online (KMOL) penutupan acara dilakukan. Setelah melewati berbagai kegiatan, baik itu webinar kesehatan, kesaksian, persekutuan bertema keluarga, lomba, serta pengumpulan ponsel, maka seluruh rangkaian kegiatan Bulan Keluarga pun selesai. Selanjutnya? Kita akan mulai bersiap untuk menjelang Natal!

Tema Bulan keluarga, yaitu ‘Keluarga yang Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi’ telah berakhir. Lalu, dengan berakhirnya bulan keluarga, apa yang terjadi dengan keluarga kita? Tentunya, kita tetap mengupayakan setiap hal baik dalam kehidupan kita bersama dengan keluarga. Kita tetap akan saling menjaga kesehatan satu sama lain, membawa kebahagian, dan menguatkan relasi yang ada. Keluarga-keluarga kita masih berada di masa pandemi, dengan berbagai tantangan dan kesulitan yang ada di dalamnya. Masih ada banyak perjumpaan online dan relasi virtual yang kita lakukan dengan keluarga kita. Masih ada banyak pelajaran dan pekerjaan jarak jauh yang musti ditekuni. Masih penting untuk menjaga kesehatan kita dan keluarga sebaik-baiknya, saat berada dalam rumah, maupun ketika kita bepergian. Masa pandemi ini masih menjadi bagian kehidupan kita. Begitu pula tantangan hidup bagi keluarga kita.

Terus-menerus menempatkan Tuhan di tengah kehidupan keluarga kita, menjadi hal terpenting. Dalam Alkitab, Tuhan Yesus memberikan sebuah metafora tentang hidup keluarga ketika Ia berbicara mengenai ‘kuasa’ yang Ia gunakan untuk melawan kuasa setan. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh” (Lukas 11:17). Di sini kita melihat pentingnya kekuatan sebuah kesatuan. Sehebat apapun sebuah kerajaan (negara) ketika terjadi perpecahan maka akan hancur. Demikian pula dengan rumah tangga. Rumah tangga bukan hanya dalam arti hubungan pernikahan, melainkan juga dalam kehidupan bersama dengan keluarga yang kita miliki. Jika keluarga seperti apapun, jika terjadi perpecahan maka pasti akan runtuh. Karena itu, kesehatian dan kebersamaan dalam keluarga menjadi hal penting untuk terus diupayakan.

Terkadang, dalam menghadapi persoalan dalam rumah tangga, ada orang yang menganggap bahwa pasangan, orang tua, atau anak adalah lawan. Musuh. Orang yang harus dijatuhkan. Sehingga kemudian pertengkaran atau persaingan terjadi untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Hal ini, sebenarnya hanyalah sebuah upaya menjaring angin, sia-sia. Akan membawa kepada kehancuran rumah tangga. Setiap orang yang ada alam keluarga kita, baik itu pasangan, orangtua, dan anak adalah tim kita. Kawan. Orang yang Tuhan berikan untuk bekerja sama dengan kita untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Pola pikir ini akan menolong kita untuk menyatukan pendapat dengan kepala dingin, bahkan mengalah atau mendahulukan yang lainnya. Dengan demikian, kesatuan keluarga dapat terjadi. Hal ini tak selamanya mudah, namun kekuatan kita bukan berasal dari diri kita sendiri. Melainkan dari Tuhan yang terus menolong kita, menjadi Kepala Keluarga setiap kita. Tuhan yang menjadikan kita sebagai satu tim, bersama dengan keluarga kita, untuk menghadapi setiap persoalan hidup ini.
Bulan Keluarga dapat berlalu. Setiap hari, kita akan terus menjadikan hari kita sebagai Family Day, merayakan hidup kita bersama dengan keluarga.

Sampai bertemu dalam Bulan Keluarga tahun depan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *